Minho : oppa minho
Park ji yeon : clara
Park shin hye : laura
“oppa ayo donk cepetan, lama banget sih keburu siang nih “. Gerutu clara pada minho.
“Ne, tunggu sebentar donk “.jawab oppa minho yang sedang mencari kunci mobilnya.
Setelah oppa minho menemukan kunci mobilnya, kami pun berangkat menuju toko buku kesukaanku. Disana aku membeli banyak sekali buku begitu pun oppa minho yang memang suka buku biografi sama seperti aku. aku memang sering mengajak oppa minho untuk pergi ke toko buku, karena memang kami mempunyai hobi mengoleksi buku biografi. Aku selalu menikmati saat-saat mencari buku bersama oppa minho, karena memang telah lama aku menyimpan rasa pada oppa ku yang satu ini. Aku tak tahu entah kapan perasaan ini muncul , namun yang pasti aku akan mengakuinya suatu saat di saat yang tepat.
“heh, ngelamun aza!” kata oppa minho yang mengagetkan lamunanku.
“huch, oppa ngagetin aza, udah dapet bukunya oppa ?” tanyaku pada oppa minho.
“belum nih, masih bingung banyak banget buku bagus.” Jawabnya sambil terus memilih buku.
“ya udah beli aja semuanya, gampangkan ?” kataku sambil tersenyum.
“hempt, bener juga ya, pinter juga kamu clara”. Say oppa minho senang.
Setelah selesai membeli buku yang kami butuhkan, kami pun pulang dan aku pun ikut ke rumah oppa minho seperti biasanya. Aku memangs sering berkunjung ke rumah oppa minho hanya sekedar untuk bermain atau sebenarnya hanya untuk melihat wajah oppa minho ku.
“oppa, laper ada makan gak ?” tanyaku sesampainya di rumah oppa minho.
“cari aja di lemari es”. Jawabnya sambil berlalu ke kamarnya untuk menyimpan buku.
Aku mencari makan kecil di lemari es, setelah aku menemukannya, aku pun duduk di balkon yang mengahadap ke taman belakang rumah oppa minho yang indah. Aku senang berada di tempat itu, bisa di bilang itu tempat favoritku, karena dari tempat itu aku dapat melihat pemandangan yang indah atau tempat aku menghayal jika seandainya aku bisa menjadi seseorang yang ada di hati oppa minho.
“clara, sini bentar “. Teriak oppa minho dari dalam rumah.
“waeyo oppa ?” jawabku dari balkon.
“clara, liat dech buku ini bagus banget kan, ini buku biografi yang selama ini aku cari-cari selama ini.” Katanya senang menemukan buku yang selama ini di cari.
“emang apa specialnya sich buku itu oppa ?” Tanya ku heran.
Oppa minho pun menceritakan mengapa dia selama ini mencari-cari buku itu. Aku senang melihatnya bercerita, walaupun sebenarnya aku sama sekali bukan mendengarkan ceritanya tetapi melihat ekspresi wajahnya yang terlihat bahagia dan senang. “oppa, aku senang sekali melihatmu tertawa seperti ini, rasanya aku ingin setiap hari melihat senyumanmu”. Bisikku dalam hati.
“oppa aku pulang dulu ya, takut eommaku marah aku lama-lama di sini”. Kataku pada oppa minho yang masih asyik membaca buku barunya.
“ya udah hati-hati di jalan ya”. Kata oppa minho sambil tersenyum dan melambaikan tangannya padaku.
~~~~DI RUMAH~~~~~
Setelah sampai dirumah aku pun langsung lari kekamar ku, aku mulai membuka buku harian yang memang selalu ku isi dengan hal-hal yang aku lakukan bersama oppa minhoku.
“diary, hari ini adalah salah satu hari yang menyenangkan untukku, kamu tahu kenapa ? karena hari ini aku bisa mecari buku bersama oppa minho, dan menghabiskan waktuku dirumahnya, melihatnya bahagia dan mendengarkannya tertawa mendapatkan buku yang dia sukai, aku senang melihat itu semua diary, karena itu juga bisa membuat hatiku bahagia. Aku janji padamu diary suatu saat aku akan mengatakan perasaanku yang sebenarnya pada oppa minho” itulah kata-kata yang aku tulis dalam buku harianku.
“clara….!” Terdengar suara eomma ku yang memanggilku dari bawah.
“apa eomma ?” tanyaku sambil berjalan menuju ke bawah.
“clara sini duduk deket eomma”. Kata eommaku terlihat serius menatapku.
“waeyo eomma ?” tanyaku mulai heran.
“clara, eomma mau pergi menemui halmeoni yang sedanng sakit, dan eomma mau mengajakku mu clara.” Kata eommaku.
“geundae, aku kan harus sekolah eomma”. Kataku pada eomma walau puns sebenarnya bukan itu alasanku tak mau ikut.
“clara, pokoknya eomma gak mau tahu kamu harus ikut dan kita akan pergi selama 1 minggu”. Kata eommaku tegas.
Aku pun berlari ke kamar , “ kenapa sih aku harus di ajak ? kenapa sih harus 1 minggu ? padahalkan 1 minggu sangat lama dan itu berarti aku tak akan bertemu dan melihat oppa minho selama 1 minggu, aku gak mau”. Gerutuku dalam hati.
“oppa,,?”katakku pada oppa minho melalui telepon.
“waeyo saengku yang cengeng..?”Tanya oppa minho padaku.
“oppa, aku bakal pergi ke rumah helmeoni ku selama 1 minggu.” Katakku lirik padanya.
“ya ampun kirain mau apa, ya udah gak apa-apa kok, tapi jangan lebih dari seminggu ya ?”kata oppa minho .
“ emang kenapa oppa kalau lebih dari seminggu ?” katakku mengharapkan jawabann yang dapat membuatku lebih baik.
“soalnya nanti gak bakal ada yang cerewet lagi di dket oppa.” Candanya sambil tertawa.
“huh, dasar oppa ini, ya udah deh oppa dah “. Katakku menutup pembicaraan.
“ Walaupun sebenarnya jawaban oppa minho tentangku tidak begitu memeuskan, setidaknya dia masih akan tetap merindukan kan ku “ pikirku.
~~~~~1 MINGGU KEMUDIAN~~~~~
Setelah seminggu lamanya aku berkunjung kerumah helmeoni ku, dan saat-saat yang ku nanti untuk pulang pun akan segera tiba.
Sesampainya dirumah, aku langsung bergegas pergi kerumah oppa minho. Tapi betapa kagetnya aku ketika aku lihat di rumah oppa minho ada seorang eon yang duduk di tempat duduk favoritku.
“oppa,kamu dimana ?” teriakku ketika ku lihat ada seorang eon yang duduk di dalam rumah.
“clara ea ?” jawab oppa minho sambil berjalan membawakan secangkir minuman untuk onnie itu.
“oppa, itu siapa?” tanyaku sambil berbisik mendekatinya.
“oh, ini tetangga baru oppa, namanya laura “. Jawab oppa minho sambil tersenyum pada onnie itu.
“hai, kamu clara ea ?” tanay onnie itu padaku.
“ea, aku clara, kok eon tahu sih ?” tanyaku heran.
“ya tahu lah orang setiap aku main ke sini oppa minho selalu saja menceritakanmu”. Jawabnya ramah.
“oh, masa sih eon ?”. tanyaku mulai girang.
“tapi jangan PD dulu, oppa ngomongin kamu gara-gara gak ada topic lain buat di bicarain”. Kata oppa minho nyambung.
“huh, dasar oppa jelek “. Ejekku pada oppa minho.
Setelah sekian lama kami bertiga ngobrol, aku merasa aku sama sekali gak dianggap diruangan itu, oppa minho dan eon laura asyik mengobrol berdua sedangkan aku hanya duduk medengarkan.
“oppa, aku kebalkon ya”. Katakku berusaha berbicara pada oppa minho, walaupun oppa minho sama sekali tidak memperdulikn perkataanku.
Aku pun berjalan menuju balkon dan duduk sendirian di sana, hanya duduk merasakan semilir angin, melihat pemandangan dan mencoba menghibur hatiku yang mulai tak karuan rasanya.
“hey, kok ngelamun disini sih .” kata oppa minho mengagetkan lamunanku.
“kok kesini oppa, eonnya mana “. Jawabku tanpa ekspresi.
“lauranya udah pulang, dia titip salam buat kamu”. Katanya padaku.
“oh”. Jawabku datar.
“saeng, menurut kamu laura orangnyakayak gimana ?” Tanya oppa padaku.
“emang kenapa oppa ?” tanyaku heran.
“ gak tau kenapa saeng, akhir-akhir ini oppa ngerasa nyaman di ada dideket oppa, oppa seneng ngobrol sama dia “. Jawabnyasambil tersenyum.
“maksud oppa, oppa suka ama eon laura ?” tanyaku yang mengharapkan kata “tidak” dari oppa minho.
“emmmm, mungkin bisa dibilang begitu”. Jawabnya padaku.
“wah, bagus donk oppa “. Jawabku mencoba menahan air mataku yang muali meleleh mendengar oppa minho mengatakan hal itu.
“oppa aku pulang dulu ea”. Katakku sambil berlari dengan air mataku yang mulai menetes .
~~~~IN MY BADROOM~~~
“oppa, seandainya kau tahu, hatiku sakit saat kau bilang nyaman di dekatnya, hatiku perih saat kau bilang kau senang melihat senyumnya, oppa mengapa kau menyukai onnie itu dan kenapa bukan aku oppa. Oppa apakah kau akan berhenti mencintainya jika aku bilang aku mencintaimu ? oppa aku tahu mungkin aku terdengar egois, tapi aku sangat menyayangimu oppa dan aku ingin selalu bersamamu “
Itu kata-kata yang aku kembali tulis dalam buku harianku, itu adalah satu-satunya kalimat sedih yang aku tulis dalam buku harianku dan aku sadar mungkin akan banyak kalimat-kalimat seperti ini mulai hari ini dan seterusnya.
“aku gak boleh terus-terusan seperti ini, aku harus bardiri, walau aku tau mungkin hatiku tak bisa berkata aku rela menerima semua ini, tapi aku akan berusaha untukmu oppa “ .begitulah bisik semangat dalam hatiku
Sejak saat itu aku putuskan untuk tidak terlalu sering bertemu dengan oppa minho, sampai aku bisa melupakan kau dari hatiku.
~~~~BEBERAPA HARI KEMUDIAN~~~~
Setelah beberapa hari aku menangis dan tak mau melakuakn apa pun, hari itu aku memulai hariku dengan membantu eommaku membersihkan rumah, tiba-tiba saat aku mulai sedikit menikmati dan melupakan kejadian itu oppa minho datang kerumahku.
“clara kamu dimana ?” teriak oppaku dari dalam rumah.
“aku dihalaman belakang oppa “. Jawabku sambil mencoba tidak memperlihatkan mataku yang sembab akibat menangis
“clara aku mau bicara sesuatu denganmu “. Kata oppa minho terlihat serius.
“ada apa oppa ? tumben ke sini ?” tanyaku heran
Tiba-tiba oppa minho menarikku, dan membawaku pergi naik ke mobilnya.
“bibi, aku mau ajak clara pergi sebentarnya “ teriak oppa minho pada ibuku.
“Ne, jangan tapi jangan sampai pulang malam ya minho “ jawab ibuku.
Saat di dalam mobil oppa kami berdua diam tanpa bicara sedikit pun, aku merasa aneh melihat oppa minho yang seperti itu, aku takut kalo-kalo oppa minho mau mmeberiku kejutan bahwa dia sudah berpacaran dengan onnie laura, akhirnya aku mencoba memulai pembicaraan.
“oppa, ada apa ?” tanyaku
“diamlah dan duduk saja untuk saat ini, kau akan tahu nanti “ jawabnya masih dengan wajah serius.
Akhirnya aku putuskan untuk diam dan menerima apa pun yang oppa minho katakana nanti, walaupun aku cukup takut kalau oppa minho akan mengatakan bahwa dia benar-benar mencintai onnie clara.
“ayo turun”. Kata oppa minho padaku setelah sampai di tempat yang di katakan.
“kok di pantai sih oppa, ada apa ?” tanyaku heran.
“clara, aku bilang sesuatu sama kamu “. Katanya jelas.
“apa oppa ?” tanyaku.
“clara aku senang sekali kau mau menjadi saengku dan selalu menghiburku saat aku sedih, aku juga senang karena kau mau mengantarku dan memberitahuku tempat membeli buku yang hebat dan keren, clara oppa nyaman ada di deket kamu, walau oppa juga tahu saat laura datang oppa juga merasa kalau oppa jatuh cinta padanya, tapi saat kau pergi dan jarang pergi kerumah mau pun menemui oppa, itu sangat membuat oppa merasa kehilanganmu dan rindu akan sosokmu yang ceria dan bisa membuat oppa tertawa dengan celotehanmu”. Katanya dengan jelas dan serius.
“maksud oppa apa ?” tanyaku heran.
“clara ma’af jika pengakuan oppa ini menyakiti hatimu, tapi oppa tak bisa lagi menutupi semua ini, Saranghae clara “ katanya
Aku benar-benar tak bisa bicara saat itu, aku tak tahu dengan apa yang kurasakan, apa aku senang, bingung atau apa, yang pasti aku sedikit tak percaya dengan apa yang dikatakan oppa minho.
“clara kamu marah ?” tanyanya padaku.
“saranghae oppa”. Kataku sambil memeluk oppa minho yang ada didepanku.
“oppa tau selama ini aku juga mencintaimu oppa, bahkan jau-jauh hari sebelum aku mengenalmu oppa, saat pertama kali melihat mu aku sudah jatuh cinta pada mu, apa lagi saat tahu semua hal tentang dirimu oppa, saranghamnida oppa “ katakku yang sambil melepaskan pelukanku.
“tapi kenapa kau pergi dari oppa akhir-akhir ini clara?” Tanya oppa minho.
“mianhe oppa, tadinya aku tak mengira jika engkau akan membalas cintaku, aku kira kau mencintai onnie laura dan bukan aku “. Kataku padanya
“tapi sekarang engkau tahukan kalau aku lebih memilihmu dari pada laura, “ kata oppa minho sambil tersenyum.
Saat itu aku hanya bisa mengangguk karena bahagia ternyata cintaku terbalaskan pada oppa minho.
“oh iya aku akan mempersembahkan sesuatu untukmu clara “. Kata oppa minho sambil mendekati sebuah piano yang mungkin sengaja oppa minho simpan di tepi pantai.
Oppa minho duduk di kursi dekat piano itu dan mulai memainkan sebuah music kesukaanku “ river flows in you by Yiruma”. Oppa minho memainkannya sambil sesekali memandangku dan tersenyum, aku bahagia hari itu aku senang melihat oppa minho memainkan music itu untukku.
Aku pun mendekati oppa minho dan duduk disampingnya menikmati semilir angin, mendengar deburan ombak dan mendengar alunan music yang indah yang dimainkan oppa tersayangku. Hari itu adalah hari sempurna yang aku miliki.
“akhirnya raja hatiku menjadi milikku”. Bisikku dalam hati.
“SARANGHAE OPPA” ^_<































